Tahunku Tahunmu

Standard

“4 tahun menjalani. 4 tahun mencintai.
4 tahun bersama. 4 tahun mengenal.
4 tahun menerjang badai. 4 tahun bertahan.”

Aku. Mengenal kamu. Lebih dari yang kamu pikir.
Aku. Menyayangi kamu. Lebih dari yang kamu kira.
Aku. Mencintai kamu.

Aku tau, aku berubah.
Berubah jauh dari yang kamu pikir.
Aku salah. Aku salah berpikir.
Aku berpikir aku kesepian.
Aku hanya memikirkan diri sendiri.
Membuat kesibukan sendiri.
Mencari kesenangan sendiri.

Tanpa melihat kamu.
Kamu yang lebih membutuhkan aku.
Kamu yang ingin aku menunggumu.
Kamu yang ingin aku ada mendengar ceritamu, mengenal duniamu.

Aku salah, sayang.
Salah menjalani apa yang kamu inginkan.
Hingga kamu lelah.
Lelah denganku namun tak ingin meninggalkanku juga.

Dia datang.
Hanya mencoba.
Hanya menyenangi.
Namun kamu yang lelah denganku, menerimanya.
Memberinya harapan.
Harapan yang berubah jauh menjadi sayang.

Iya. Aku tau, kamu dengannya.
Berkasih. Memadunya. Memuaskan dirimu.
Meninggalkan aku perlahan.
Aku tau, apa yang kamu lakukan.
Aku mengenalmu sayang.

Aku melihat keraguan di matamu.
Mata yang dulu selalu memandang cinta kepadaku.
Mata yang kini berubah menjadi lelah menghadapiku.

Aku menjerit.
Aku menangis.
Aku rapuh.
Aku tak mampu berdiri.
Menjerit karena kamu menjauh
Menangis karena kamu dengannya
Rapuh karena aku sadar, aku sendiri
Tak mampu berdiri karena hanya kamu tombakku berdiri.

Awal kita bertengkar.
Awal itu juga kamu memulainya.
Hingga yang terakhir.
Tanpa kamu sangka.
Aku tau sayang. Aku tau semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s