Monthly Archives: April 2014

Pernikahan

Standard

Apa sih yang terlintas dibenak kalian semua ketika mendengar kata tersebut?

 

pasti ada yang “belum siap”, “sekali seumur hidup”, “laki-laki yang gue cintai”, “sudah siap”, “sah” dsb.

Tapi ada ga sih yang mikir kenapa ada pernikahan?

Jawaban serentak pasti untuk meng-sahkan..

 

Terus, kalau udah di sahkan kenapa? Dibilang ga kumpul kebo?

Gimana sama kakek-nenek dan buyut kita? Emang dulu ada lembar pengesahanya?

Berarti semua anak haram dong?

#nahlobingungkan? Hahahah

 

Ada juga yang jawab untuk menjalankan perintah Tuhan..

Itu bener sih, berarti bisa dong menikah sama siapa aja? Bener juga. Tapi ada maksud lain dari pernikahan itu sendiri.. oke daripada bingung, gue mau bahas tentang kenapa kebanyakan wanita/lelaki jaman sekarang banyak yang menjawab kata pernikahan dengan “belum siap/sudah siap”

Sebenernya ada apa sih dengan kedua jawaban itu..kalian sebenernya siap/belum siap dalam apa?

 

Siap/belum siap untuk melepas perjaka/perawan kalian?

Siap/belum siap untuk menyatukan diri?

Siap/belum siap untuk terikat?

 

Ada apa sih sebenernya dengan pernikahan? Segitu menakutkan kah? Atau ada alasan lain?

Tujuan menikah itu apa? Membangun keluarga?? Untuk meng-sahkan saja?

Pernikahan adalah hal termulia dan terindah yang diberikan Tuhan untuk kita..

Dari pernikahan juga kita akan melakukan yang namanya “sex”.. sex itu anugerah terindah dan waw! Sangat agung..makanya jangan main-main sama sex.. #backtofocus

 

Pernikahan sendiri dilakukan ketika kedua insan dunia ini yakin bahwa “she/he is my soulmate”

Di dalam pernikahan yang kita jalani nanti, kita para wanita harus dan wajib hukumnya menghormati, menyayangi, dan melayani lelaki kita..

Lelaki pun wajib untuk membimbing, menyayangi, dan menghormati juga..

Indah bukan?

 

Tapi pernikahan juga ga selalu indah melulu..ada saat kita harus bertahan dari badai yang dikasih..

Badai di pernikahan ga sekecil badai saat pacaran..

Udah bukan badai tapi bisa jadi tornado.. tapi disini bukan, kita dituntut untuk seberapa kuatkah kalian mempertahankan hal termulia dan tersakral dari Tuhan, yaitu pernikahan.. mampukah kalian melawan tornado itu?

Ketika tornado datang, ada perasaan tertekan, marah, keegoisan..

Mampukah kita menjalani penderitaan yang ada?

Bukankah mencintai seseorang juga sudah awal dari penderitaan? Penderitaan ketika kita harus mengalah, memaafkan, dan yang fix menderita ketika kita harus merelakan..

It’s hurt more than anything in this world. Penderitaan yang memang harus dijalani dan dirasakan.

 

Ketika kita merasakan yang namanya ditelanjangi, diabaikan, bahkan terburuk tak di anggap..

Seberapa dewasa kah kalian bias menjalaninya?

Lalu, ada apa dengan kata siap/belum siap?

Jawabannya adalah sudah siapkah kalian mederita karena di dalam pernikahan tidak hanya ada kebahagiaan, tapi penderitaan.. karena menikah bukan hal gampang untuk bilang “cerai” karena setiap orang mendambakan pernikahan hanya sekali seumur hidup

 

Jadi, sudah siapkah kalian menderita?

Selamat menikmati perjalanan baru kalian, bagi yang sudah menikah..

Dan selamat menentukan, bagi kalian yang masih mencari :”)

 

-delisaaa-

Advertisements

for the first time

Standard

kenapa judulnya seperti diatas?

yup..gue untuk pertama kalinya after broke up menulis lagi.. kangen banget sama dunia menulis ini.. tapi gue menulis lagi bukan untuk sibuk curhat tentang sakit hatinya ggue, sedihnya gue, hancurnya gue (ini lebay kayanya), bingungnya gue.. gue kembali menulis karena hati gue tiba-tiba bilang “wordpress” dan tadaaaa!! teruntailah kata-kata..

gue mau menulis tepatnya sih, mengetik ya ini, soalnya ini kan online bukan di kertas hahahahha yaaa yang pertama aadalah horeeee gue udah ga galau laagi. horeeee guue udah ga pusing-pusinh mikirin segala tetekbengek. horeee akhirnya hidup ini free \m/ sebenernya ada kelegaan serta kebahagiaan ketika akhirnya Tuhan kasih ending untuk gue.

boleh percaya atau ga, gue ssebelum ending itu habis berdoa sama Tuhan.. “Bapa..aku cape deh gini-gini aja. tapi aku tau, inikan resikonya ya Bapa.. Bapa, boleh ga si aku mengeluh? mengeluh kalo pada ahirnya aku sadar, percuma memaksa. Bapa, aku berserah untuk semua yang Engkau torehkan di hidupku.. segala rencanaMu adalah yang terbaik untukku..Jujur, aku berserah dan sudah menerima apapun ke depannya nanti.. makasih Bapa”

dan Bapa, langsung kasih pencerahan ya ini, ini yang berending bener-bener end hahahah tapi ga langsung juga sih, yahhh after 2 months ya berdoa kaya gitu ehhh di kasih jalannya. bersyukur sih, tapi sedih tapi inget juga ini adalah jalan dari Bapa. kan ceritanya udah berserah masa iya ngamuk” lagi hahahahaha

setiap jalan yang dikasih itu ga pernah mudah tapi itukan indahnya hidup? seberapa indah hidupmu? ketika kamu mampu menorehkan banyak cerita tak hanya kesenangan tapi juga ketidakmudahan. setiap langkah kecil kita selalu di berkati, tapi pernah ga sih, setiap kali melangkah mengucap syukur?

sepertinya berat untuk sekedar bilang “makasih.aku bersyukur” dsb. padahal, berat bukan ketika kamu melangkah tanpa di berkati olehNya? yak, pending dulu sampe disini, karena kebetulan gue baru sampe rumah dan belom mandi.. ciaooooww!!

 

“mudahkan mengucap syukur”

-delisaaaa-