Author Archives: lisadelfrianiherowidjojo

About lisadelfrianiherowidjojo

Jesus's Kids. Love to be loved.

28 Agustus 2017

Standard

Merindu untuk segala sesuatu yang menyesak di jiwa.

Merindu untuk segala sesuatu yang terlintas di benak.

Merindu untuk segala sesuatu yang berujung padamu.

Aku yang merindu. Sendiri tanpamu.

Advertisements

C E R I A

Standard

Ceria.Satu kata berjuta arti.

Satu kata tak semudah kelihatannya.

Semua terlihat ceria.

Senyum selalu tersungging dengan baik.

Tawa selalu terdengar mewarnai ruang.

Langkah gontai lantas tegap ketika ceria datang.

Ya, ceria yang bisa menjadi bentuk bahagia lain namun bisa juga menjadi benteng dari kerapuhan yang ada.

Bersahabat dengan ceria mudah namun tak ada yang mudah bersahabat dengan keperihan yang terlanjur membekas.

Rasanya, mencoba menghapus jejaknya pun susah, sekalipun senyum tawa selalu ada.

Bertanya terlampau sering namun jawaban tak kunjung datang.

Sakitkah? Perihkah? Atau mati?

Mati adalah jawaban untuknya.

Lantas, bagaimana dengan ceria?

Biarkan ceria meninggalkan jejak yang Indah hingga akhir hayat tanpa harus ternoda dengan kerapuhan terlebih lagi keperihan.

Tiga Hati, Satu Cinta

Standard

Tiga hati satu cinta.Lucu memang, namun nyatanya kisahpun tak terelakkan.

Lelaki itu telah memilih wanitanya.

Lelaki itu pula yang telah memilih pelipur laranya.

Ya, pelipur lara dari wanitanya.

Lelaki yang menyadari bahwa sang wanita tak akan pernah bersatu dengan sang pelipur lara.

Lelaki yang menyadari bahwa sang pelipur lara tak pernah tahu kebenaran adanya sang wanita.

Lantas, ego mana yang kau tinggikan?

Jawaban akan semua asa telah ada namun kau abaikan.

Haruskah kau berbahagia sementara dua hati kau permainkan?

Dimana nuranimu yang kau banggakan?

Dimana rasa cinta yang kau utarakan juga kau janjikan?

Lelakiku, bunga mana lagi yang ingin kau korbankan?

Dj Snake – Let Me Love You ft. Justin Bieber

Standard

I used to believe
We were burnin’ on the edge of somethin’ beautiful
Somethin’ beautiful
Sellin’ a dream
Smoke and mirrors keep us waiting on a miracle
On a miracle

Say, go through the darkest of days
Heaven’s a heartbreak away
Never let you go, never let me down
Oh, it’s been a hell of a ride
Driving the edge of a knife
Never let you go, never let me down

Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Oh, baby, baby

Don’t fall asleep
At the wheel, we’ve got a million miles ahead of us
Miles ahead of us
All that we need
Is a rude awakening to know we’re good enough
Know we’re good enough

Say go through the darkest of days
Heaven’s a heartbreak away
Never let you go, never let me down
Oh, it’s been a hell of a ride
Driving the edge of a knife
Never let you go, never let me down

Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Oh, baby, baby

Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Don’t you give up, nah-nah-nah
I won’t give up, nah-nah-nah
Let me love you
Let me love you
Oh, baby, baby

Pernikahan

Standard

Apa sih yang terlintas dibenak kalian semua ketika mendengar kata tersebut?

 

pasti ada yang “belum siap”, “sekali seumur hidup”, “laki-laki yang gue cintai”, “sudah siap”, “sah” dsb.

Tapi ada ga sih yang mikir kenapa ada pernikahan?

Jawaban serentak pasti untuk meng-sahkan..

 

Terus, kalau udah di sahkan kenapa? Dibilang ga kumpul kebo?

Gimana sama kakek-nenek dan buyut kita? Emang dulu ada lembar pengesahanya?

Berarti semua anak haram dong?

#nahlobingungkan? Hahahah

 

Ada juga yang jawab untuk menjalankan perintah Tuhan..

Itu bener sih, berarti bisa dong menikah sama siapa aja? Bener juga. Tapi ada maksud lain dari pernikahan itu sendiri.. oke daripada bingung, gue mau bahas tentang kenapa kebanyakan wanita/lelaki jaman sekarang banyak yang menjawab kata pernikahan dengan “belum siap/sudah siap”

Sebenernya ada apa sih dengan kedua jawaban itu..kalian sebenernya siap/belum siap dalam apa?

 

Siap/belum siap untuk melepas perjaka/perawan kalian?

Siap/belum siap untuk menyatukan diri?

Siap/belum siap untuk terikat?

 

Ada apa sih sebenernya dengan pernikahan? Segitu menakutkan kah? Atau ada alasan lain?

Tujuan menikah itu apa? Membangun keluarga?? Untuk meng-sahkan saja?

Pernikahan adalah hal termulia dan terindah yang diberikan Tuhan untuk kita..

Dari pernikahan juga kita akan melakukan yang namanya “sex”.. sex itu anugerah terindah dan waw! Sangat agung..makanya jangan main-main sama sex.. #backtofocus

 

Pernikahan sendiri dilakukan ketika kedua insan dunia ini yakin bahwa “she/he is my soulmate”

Di dalam pernikahan yang kita jalani nanti, kita para wanita harus dan wajib hukumnya menghormati, menyayangi, dan melayani lelaki kita..

Lelaki pun wajib untuk membimbing, menyayangi, dan menghormati juga..

Indah bukan?

 

Tapi pernikahan juga ga selalu indah melulu..ada saat kita harus bertahan dari badai yang dikasih..

Badai di pernikahan ga sekecil badai saat pacaran..

Udah bukan badai tapi bisa jadi tornado.. tapi disini bukan, kita dituntut untuk seberapa kuatkah kalian mempertahankan hal termulia dan tersakral dari Tuhan, yaitu pernikahan.. mampukah kalian melawan tornado itu?

Ketika tornado datang, ada perasaan tertekan, marah, keegoisan..

Mampukah kita menjalani penderitaan yang ada?

Bukankah mencintai seseorang juga sudah awal dari penderitaan? Penderitaan ketika kita harus mengalah, memaafkan, dan yang fix menderita ketika kita harus merelakan..

It’s hurt more than anything in this world. Penderitaan yang memang harus dijalani dan dirasakan.

 

Ketika kita merasakan yang namanya ditelanjangi, diabaikan, bahkan terburuk tak di anggap..

Seberapa dewasa kah kalian bias menjalaninya?

Lalu, ada apa dengan kata siap/belum siap?

Jawabannya adalah sudah siapkah kalian mederita karena di dalam pernikahan tidak hanya ada kebahagiaan, tapi penderitaan.. karena menikah bukan hal gampang untuk bilang “cerai” karena setiap orang mendambakan pernikahan hanya sekali seumur hidup

 

Jadi, sudah siapkah kalian menderita?

Selamat menikmati perjalanan baru kalian, bagi yang sudah menikah..

Dan selamat menentukan, bagi kalian yang masih mencari :”)

 

-delisaaa-

for the first time

Standard

kenapa judulnya seperti diatas?

yup..gue untuk pertama kalinya after broke up menulis lagi.. kangen banget sama dunia menulis ini.. tapi gue menulis lagi bukan untuk sibuk curhat tentang sakit hatinya ggue, sedihnya gue, hancurnya gue (ini lebay kayanya), bingungnya gue.. gue kembali menulis karena hati gue tiba-tiba bilang “wordpress” dan tadaaaa!! teruntailah kata-kata..

gue mau menulis tepatnya sih, mengetik ya ini, soalnya ini kan online bukan di kertas hahahahha yaaa yang pertama aadalah horeeee gue udah ga galau laagi. horeeee guue udah ga pusing-pusinh mikirin segala tetekbengek. horeee akhirnya hidup ini free \m/ sebenernya ada kelegaan serta kebahagiaan ketika akhirnya Tuhan kasih ending untuk gue.

boleh percaya atau ga, gue ssebelum ending itu habis berdoa sama Tuhan.. “Bapa..aku cape deh gini-gini aja. tapi aku tau, inikan resikonya ya Bapa.. Bapa, boleh ga si aku mengeluh? mengeluh kalo pada ahirnya aku sadar, percuma memaksa. Bapa, aku berserah untuk semua yang Engkau torehkan di hidupku.. segala rencanaMu adalah yang terbaik untukku..Jujur, aku berserah dan sudah menerima apapun ke depannya nanti.. makasih Bapa”

dan Bapa, langsung kasih pencerahan ya ini, ini yang berending bener-bener end hahahah tapi ga langsung juga sih, yahhh after 2 months ya berdoa kaya gitu ehhh di kasih jalannya. bersyukur sih, tapi sedih tapi inget juga ini adalah jalan dari Bapa. kan ceritanya udah berserah masa iya ngamuk” lagi hahahahaha

setiap jalan yang dikasih itu ga pernah mudah tapi itukan indahnya hidup? seberapa indah hidupmu? ketika kamu mampu menorehkan banyak cerita tak hanya kesenangan tapi juga ketidakmudahan. setiap langkah kecil kita selalu di berkati, tapi pernah ga sih, setiap kali melangkah mengucap syukur?

sepertinya berat untuk sekedar bilang “makasih.aku bersyukur” dsb. padahal, berat bukan ketika kamu melangkah tanpa di berkati olehNya? yak, pending dulu sampe disini, karena kebetulan gue baru sampe rumah dan belom mandi.. ciaooooww!!

 

“mudahkan mengucap syukur”

-delisaaaa-

 

Tahunku Tahunmu

Standard

“4 tahun menjalani. 4 tahun mencintai.
4 tahun bersama. 4 tahun mengenal.
4 tahun menerjang badai. 4 tahun bertahan.”

Aku. Mengenal kamu. Lebih dari yang kamu pikir.
Aku. Menyayangi kamu. Lebih dari yang kamu kira.
Aku. Mencintai kamu.

Aku tau, aku berubah.
Berubah jauh dari yang kamu pikir.
Aku salah. Aku salah berpikir.
Aku berpikir aku kesepian.
Aku hanya memikirkan diri sendiri.
Membuat kesibukan sendiri.
Mencari kesenangan sendiri.

Tanpa melihat kamu.
Kamu yang lebih membutuhkan aku.
Kamu yang ingin aku menunggumu.
Kamu yang ingin aku ada mendengar ceritamu, mengenal duniamu.

Aku salah, sayang.
Salah menjalani apa yang kamu inginkan.
Hingga kamu lelah.
Lelah denganku namun tak ingin meninggalkanku juga.

Dia datang.
Hanya mencoba.
Hanya menyenangi.
Namun kamu yang lelah denganku, menerimanya.
Memberinya harapan.
Harapan yang berubah jauh menjadi sayang.

Iya. Aku tau, kamu dengannya.
Berkasih. Memadunya. Memuaskan dirimu.
Meninggalkan aku perlahan.
Aku tau, apa yang kamu lakukan.
Aku mengenalmu sayang.

Aku melihat keraguan di matamu.
Mata yang dulu selalu memandang cinta kepadaku.
Mata yang kini berubah menjadi lelah menghadapiku.

Aku menjerit.
Aku menangis.
Aku rapuh.
Aku tak mampu berdiri.
Menjerit karena kamu menjauh
Menangis karena kamu dengannya
Rapuh karena aku sadar, aku sendiri
Tak mampu berdiri karena hanya kamu tombakku berdiri.

Awal kita bertengkar.
Awal itu juga kamu memulainya.
Hingga yang terakhir.
Tanpa kamu sangka.
Aku tau sayang. Aku tau semuanya.