Tag Archives: Bahagia

C E R I A

Standard

Ceria.Satu kata berjuta arti.

Satu kata tak semudah kelihatannya.

Semua terlihat ceria.

Senyum selalu tersungging dengan baik.

Tawa selalu terdengar mewarnai ruang.

Langkah gontai lantas tegap ketika ceria datang.

Ya, ceria yang bisa menjadi bentuk bahagia lain namun bisa juga menjadi benteng dari kerapuhan yang ada.

Bersahabat dengan ceria mudah namun tak ada yang mudah bersahabat dengan keperihan yang terlanjur membekas.

Rasanya, mencoba menghapus jejaknya pun susah, sekalipun senyum tawa selalu ada.

Bertanya terlampau sering namun jawaban tak kunjung datang.

Sakitkah? Perihkah? Atau mati?

Mati adalah jawaban untuknya.

Lantas, bagaimana dengan ceria?

Biarkan ceria meninggalkan jejak yang Indah hingga akhir hayat tanpa harus ternoda dengan kerapuhan terlebih lagi keperihan.

Pernikahan

Standard

Apa sih yang terlintas dibenak kalian semua ketika mendengar kata tersebut?

 

pasti ada yang “belum siap”, “sekali seumur hidup”, “laki-laki yang gue cintai”, “sudah siap”, “sah” dsb.

Tapi ada ga sih yang mikir kenapa ada pernikahan?

Jawaban serentak pasti untuk meng-sahkan..

 

Terus, kalau udah di sahkan kenapa? Dibilang ga kumpul kebo?

Gimana sama kakek-nenek dan buyut kita? Emang dulu ada lembar pengesahanya?

Berarti semua anak haram dong?

#nahlobingungkan? Hahahah

 

Ada juga yang jawab untuk menjalankan perintah Tuhan..

Itu bener sih, berarti bisa dong menikah sama siapa aja? Bener juga. Tapi ada maksud lain dari pernikahan itu sendiri.. oke daripada bingung, gue mau bahas tentang kenapa kebanyakan wanita/lelaki jaman sekarang banyak yang menjawab kata pernikahan dengan “belum siap/sudah siap”

Sebenernya ada apa sih dengan kedua jawaban itu..kalian sebenernya siap/belum siap dalam apa?

 

Siap/belum siap untuk melepas perjaka/perawan kalian?

Siap/belum siap untuk menyatukan diri?

Siap/belum siap untuk terikat?

 

Ada apa sih sebenernya dengan pernikahan? Segitu menakutkan kah? Atau ada alasan lain?

Tujuan menikah itu apa? Membangun keluarga?? Untuk meng-sahkan saja?

Pernikahan adalah hal termulia dan terindah yang diberikan Tuhan untuk kita..

Dari pernikahan juga kita akan melakukan yang namanya “sex”.. sex itu anugerah terindah dan waw! Sangat agung..makanya jangan main-main sama sex.. #backtofocus

 

Pernikahan sendiri dilakukan ketika kedua insan dunia ini yakin bahwa “she/he is my soulmate”

Di dalam pernikahan yang kita jalani nanti, kita para wanita harus dan wajib hukumnya menghormati, menyayangi, dan melayani lelaki kita..

Lelaki pun wajib untuk membimbing, menyayangi, dan menghormati juga..

Indah bukan?

 

Tapi pernikahan juga ga selalu indah melulu..ada saat kita harus bertahan dari badai yang dikasih..

Badai di pernikahan ga sekecil badai saat pacaran..

Udah bukan badai tapi bisa jadi tornado.. tapi disini bukan, kita dituntut untuk seberapa kuatkah kalian mempertahankan hal termulia dan tersakral dari Tuhan, yaitu pernikahan.. mampukah kalian melawan tornado itu?

Ketika tornado datang, ada perasaan tertekan, marah, keegoisan..

Mampukah kita menjalani penderitaan yang ada?

Bukankah mencintai seseorang juga sudah awal dari penderitaan? Penderitaan ketika kita harus mengalah, memaafkan, dan yang fix menderita ketika kita harus merelakan..

It’s hurt more than anything in this world. Penderitaan yang memang harus dijalani dan dirasakan.

 

Ketika kita merasakan yang namanya ditelanjangi, diabaikan, bahkan terburuk tak di anggap..

Seberapa dewasa kah kalian bias menjalaninya?

Lalu, ada apa dengan kata siap/belum siap?

Jawabannya adalah sudah siapkah kalian mederita karena di dalam pernikahan tidak hanya ada kebahagiaan, tapi penderitaan.. karena menikah bukan hal gampang untuk bilang “cerai” karena setiap orang mendambakan pernikahan hanya sekali seumur hidup

 

Jadi, sudah siapkah kalian menderita?

Selamat menikmati perjalanan baru kalian, bagi yang sudah menikah..

Dan selamat menentukan, bagi kalian yang masih mencari :”)

 

-delisaaa-