Tag Archives: hati

Pernikahan

Standard

Apa sih yang terlintas dibenak kalian semua ketika mendengar kata tersebut?

 

pasti ada yang “belum siap”, “sekali seumur hidup”, “laki-laki yang gue cintai”, “sudah siap”, “sah” dsb.

Tapi ada ga sih yang mikir kenapa ada pernikahan?

Jawaban serentak pasti untuk meng-sahkan..

 

Terus, kalau udah di sahkan kenapa? Dibilang ga kumpul kebo?

Gimana sama kakek-nenek dan buyut kita? Emang dulu ada lembar pengesahanya?

Berarti semua anak haram dong?

#nahlobingungkan? Hahahah

 

Ada juga yang jawab untuk menjalankan perintah Tuhan..

Itu bener sih, berarti bisa dong menikah sama siapa aja? Bener juga. Tapi ada maksud lain dari pernikahan itu sendiri.. oke daripada bingung, gue mau bahas tentang kenapa kebanyakan wanita/lelaki jaman sekarang banyak yang menjawab kata pernikahan dengan “belum siap/sudah siap”

Sebenernya ada apa sih dengan kedua jawaban itu..kalian sebenernya siap/belum siap dalam apa?

 

Siap/belum siap untuk melepas perjaka/perawan kalian?

Siap/belum siap untuk menyatukan diri?

Siap/belum siap untuk terikat?

 

Ada apa sih sebenernya dengan pernikahan? Segitu menakutkan kah? Atau ada alasan lain?

Tujuan menikah itu apa? Membangun keluarga?? Untuk meng-sahkan saja?

Pernikahan adalah hal termulia dan terindah yang diberikan Tuhan untuk kita..

Dari pernikahan juga kita akan melakukan yang namanya “sex”.. sex itu anugerah terindah dan waw! Sangat agung..makanya jangan main-main sama sex.. #backtofocus

 

Pernikahan sendiri dilakukan ketika kedua insan dunia ini yakin bahwa “she/he is my soulmate”

Di dalam pernikahan yang kita jalani nanti, kita para wanita harus dan wajib hukumnya menghormati, menyayangi, dan melayani lelaki kita..

Lelaki pun wajib untuk membimbing, menyayangi, dan menghormati juga..

Indah bukan?

 

Tapi pernikahan juga ga selalu indah melulu..ada saat kita harus bertahan dari badai yang dikasih..

Badai di pernikahan ga sekecil badai saat pacaran..

Udah bukan badai tapi bisa jadi tornado.. tapi disini bukan, kita dituntut untuk seberapa kuatkah kalian mempertahankan hal termulia dan tersakral dari Tuhan, yaitu pernikahan.. mampukah kalian melawan tornado itu?

Ketika tornado datang, ada perasaan tertekan, marah, keegoisan..

Mampukah kita menjalani penderitaan yang ada?

Bukankah mencintai seseorang juga sudah awal dari penderitaan? Penderitaan ketika kita harus mengalah, memaafkan, dan yang fix menderita ketika kita harus merelakan..

It’s hurt more than anything in this world. Penderitaan yang memang harus dijalani dan dirasakan.

 

Ketika kita merasakan yang namanya ditelanjangi, diabaikan, bahkan terburuk tak di anggap..

Seberapa dewasa kah kalian bias menjalaninya?

Lalu, ada apa dengan kata siap/belum siap?

Jawabannya adalah sudah siapkah kalian mederita karena di dalam pernikahan tidak hanya ada kebahagiaan, tapi penderitaan.. karena menikah bukan hal gampang untuk bilang “cerai” karena setiap orang mendambakan pernikahan hanya sekali seumur hidup

 

Jadi, sudah siapkah kalian menderita?

Selamat menikmati perjalanan baru kalian, bagi yang sudah menikah..

Dan selamat menentukan, bagi kalian yang masih mencari :”)

 

-delisaaa-

Tahunku Tahunmu

Standard

“4 tahun menjalani. 4 tahun mencintai.
4 tahun bersama. 4 tahun mengenal.
4 tahun menerjang badai. 4 tahun bertahan.”

Aku. Mengenal kamu. Lebih dari yang kamu pikir.
Aku. Menyayangi kamu. Lebih dari yang kamu kira.
Aku. Mencintai kamu.

Aku tau, aku berubah.
Berubah jauh dari yang kamu pikir.
Aku salah. Aku salah berpikir.
Aku berpikir aku kesepian.
Aku hanya memikirkan diri sendiri.
Membuat kesibukan sendiri.
Mencari kesenangan sendiri.

Tanpa melihat kamu.
Kamu yang lebih membutuhkan aku.
Kamu yang ingin aku menunggumu.
Kamu yang ingin aku ada mendengar ceritamu, mengenal duniamu.

Aku salah, sayang.
Salah menjalani apa yang kamu inginkan.
Hingga kamu lelah.
Lelah denganku namun tak ingin meninggalkanku juga.

Dia datang.
Hanya mencoba.
Hanya menyenangi.
Namun kamu yang lelah denganku, menerimanya.
Memberinya harapan.
Harapan yang berubah jauh menjadi sayang.

Iya. Aku tau, kamu dengannya.
Berkasih. Memadunya. Memuaskan dirimu.
Meninggalkan aku perlahan.
Aku tau, apa yang kamu lakukan.
Aku mengenalmu sayang.

Aku melihat keraguan di matamu.
Mata yang dulu selalu memandang cinta kepadaku.
Mata yang kini berubah menjadi lelah menghadapiku.

Aku menjerit.
Aku menangis.
Aku rapuh.
Aku tak mampu berdiri.
Menjerit karena kamu menjauh
Menangis karena kamu dengannya
Rapuh karena aku sadar, aku sendiri
Tak mampu berdiri karena hanya kamu tombakku berdiri.

Awal kita bertengkar.
Awal itu juga kamu memulainya.
Hingga yang terakhir.
Tanpa kamu sangka.
Aku tau sayang. Aku tau semuanya.